Etis Bermedia Digital


Pada dasarnya dengan media digital setiap orang (netizen) berpartisipasi dalam berbagai

hubungan dengan banyak orang yang melintasi geografis dan budaya. Mereka menggunakan

jejaring sosial, blogging, vlogging, game, pesan instan, mengunduh dan mengunggah serta

membagikan berbagai konten hasil kreasi mereka sendiri. Mereka dengan berbagai cara

membangun hubungan lebih jauh dan berkolaborasi dengan orang lain. Maka, segala

aktivitas digital – di ruang digital dan menggunakan media digital – memerlukan etika digital. 


Secara umum, literasi digital sering kita anggap sebagai kecakapan menggunakan internet

dan media digital. Padahal literasi digital adalah sebuah konsep

dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai

teknologi.


Tanpa disadari kita lebih banyak menggunakan internet dalam berkomunikasi seperti melalui

media sosial (whatsapp, facebook, Instagram) serta surat elektronik (email) dibanding

berkomunikasi secara langsung, karena kita menganggapnya lebih efektif dan efisien. Namun, internet dapat memberikan manfaat positif sekaligus memberikan dampak negatif sehingga diperlukan pengetahuan serta

kedewasaan.


Sumber: Laquey (1997), Yuhefizar (2008

Etika digital sebagai prinsip-prinsip moral yang mengatur perilaku seseorang dalam

melakukan aktivitas dengan media digital, membantu kita dalam membuat pilihan-pilihan

tindakan yang benar dan sadar. Pada akhirnya, kita dapat berperilaku baik di dunia digital

dan dapat melihat bahwa kita bisa membantu masyarakat secara positif. 


Konten negatif atau konten ilegal di dalam

Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah

diubah melalui UU Nomor 19 Tahun 2016 (UU ITE)dijelaskan sebagai informasi dan/atau

dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, perjudian,

penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman, penyebaran

berita bohong dan menyesatkan sehingga mengakibatkan kerugian pengguna. Selain itu,

konten negatif juga diartikan sebagai substansi yang mengarah pada penyebaran kebencian

atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan. 


Sejak internet ditemukan dan kemudian berkembang, banyak sekali perubahan dalam

kehidupan interaksi antar manusia. Namun semua anugerah itu bisa menjadi bencana manakala teknologi “hanya bisa

mengendalikan kita” manusia tanpa jiwa-jiwa yang beretika. Etika merupakan pertimbangan

dalam mengambil keputusan yang menunjukkan pada kita mana yang baik dan buruk, baik

bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Etika adalah filsafat moral yang melandasi

keputusan setiap insan.


Etika digital adalah suatu rekomendasi kepada semua

saja yang ingin merayakan teknologi sekaligus mengangkat derajat kemanusiaan. Etika

digital ditawarkan sebagai pedoman menggunakan berbagai platform digital secara sadar,

tanggung jawab, berintegritas, dan menjunjung nilai-nilai kebajikan antar insan dalam menghadirkan diri, kemudian berinteraksi, berpartisipasi, bertransaksi, dan berkolaborasi

dengan menggunakan media digital.




Comments

Post a Comment